Satu Jam Terjebak di Lift pemkot prabu

Fasilitas lift di Gedung Pemkot Prabumulih, Desa Sindur, Cambai tidak selamanya memberi kenyamanan. Jika sedang macet, bisa jadi kepanikan dan musibah yang ditimbulkan. Seperti yang terjadi, Senin (20/10) sekitar pukul 10.00. Sebanyak 10 pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Prabumulih selama sekitar satu jam terjebak dalam lift barang.
Penyebab macetnya lift barang tersebut diduga akibat kurangnya daya listrik yang dibutuhkan lift untuk beroperasi. Informasi yang dihimpun Sripo, para pegawai itu terkurung selama kurang lebih satu jam di dalam lift. Untuk mengeluarkan pengguna lift tersebut, petugas operator lift terpaksa membukanya dengan cara manual. Saat kejadian para pegawai Pemkot itu hendak naik ke lantai 7 bangunan yang terdiri dari 8 lantai tersebut.
Ketika tiba di lantai 7,
pintu lift barang tersebut tidak mau terbuka sehingga sempat membuat para pengguna lift tersebut sedikit panik. Untung saja saluran komunikasi lift berfungsi dan dapat menghubungi staf operator yang standbye di lantai dasar. Mendapat informasi ada
orang terkurung di dalam lift, petugas operator langsung mengambil peralatan dan menuju ke lantai tujuh. Tak lama setelah itu, petugas operator berhasil mengeluarkan pengguna lift setelah membuka pintu lift dengan cara manual.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Lampu Jalan dan Kelistrikan Bagian Umum Pemkot Prabumulih, Sarwani Ruslan mengatakan, macetnya lift tersebut dikarenakan kurangnya voltase yang mengalir untuk pengoperasian lift. Dimana, di Gedung Pemkot Prabumulih baru tersebut suplai voltase yang masuk sebesar 180 Volt sedangkan input yang dibutuhkan sebesar 220 Volt murni.
“Ini berarti terjadi kekurangan daya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, macetnya lift tersebut juga diakibatkan para pegawai yang kurang memahami berapa kapasitas dan kekuatan angkut lift tersebut. Menurutnya, terkadang, meskipun hanya hendak naik satu lantai, para pegawai lebih suka menggunakan lift daripada naik tangga. Padahal, daya angkut lift barang tersebut sekitar 1 ton atau sebanyak delapan orang.
“Walau lift penuh mereka tetap memaksakan diri menggunakan lift dan berdesak-desakan didalamnya,” ungkap Ruslan.
Kedepan, untuk mengantisipasi terjadi hal tersebut pihaknya telah menganggarkan tiga komponen stabilizer pada APBD Perubahan 2008. “Jadi, dengan menggunakan stabilizer maka listrik yang mengalir ke lift dapat stabil dan listrik yang masuk dari panel induk ke lift dapat murni sebesar 220 Volt,” imbuh Ruslan.
Di Gedung Pemkot tersebut terdapat tiga lift, terdiri atas dua lift orang dan satu lift barang. Walau statusnya sebagai lift barang, lift itu kerap digunakan sebagai lift orang. (nik)


Bolang  tidak terkejut ketika membaca berita harian sripo tersebut.  Karena ini sudah jadi rahasia umum di kalangan masyarakat prabumulih. Peristiwa yang sama juga pernah menimpa salah satu kerabat bolang yang juga kerja di pemkot prabu. Kerabat bolang tersebut bersama seorang temennya terjebak di lift ini hampir 2 jam. Mereka menjerit sejadi – jadinya ketika terjebak di lift itu. Mereka baru bisa keluar setelah petugas keamanan gedung membuka paksa lift tersebut.

Sungguh mengherankan memang gedung mewah yang dibangun dengan dana puluhan milyar rupiah, dengan menggadaikan APBD selama 5 tahun ato lebih (angka ini dari selentingan beberapa tikus kantor pemkot). Sebagai bocah yang terlahir dan dibesarkan di kota ini bolang sungguh miris melihat perkembangan pembangunan di kota ini. Banyak sarana yang dibangun asal – asalan, dan terkesan merupakan proyek balas jasa.

Ketika pemilu kemaren bolang adalah satu – satunya bocah yang memiliki hak suara, namu bolang memutuskan istiqomah untuk tidak memilih. Dari ke-4 pasangan calon tidak ada yang mampu menyentuh hati nurani bolang. Ada sih sebenernya satu calon yang masuk kriteria, namun bolang tak habis pikir kenapa beliau memutuskan berpasangan dengan orang yang mempunyai beban masa lalu dan lekat dengan premanisme.

Sekarang bolang cuma bisa berdo’a supaya pemimpin yang sekarang bisa tersadar… dan bahkan terperanjat akan kealpaan beliau

~ oleh si bolang pada Oktober 21, 2008.

3 Tanggapan to “Satu Jam Terjebak di Lift pemkot prabu”

  1. Wah, Aku baru tau neh klo lift di pemkot sering ngadat…

  2. sama lang, aq jg sedih dgn kondisi kota kita tercinta. kapan krisis moral para pejabat kota ini akan berakhir yah???…..😦

  3. iya neh baru tau jg klo di pemkot pbm kyk itu..btw ane jg miris ketika tau klo si bolang ga milih pas pilkada kemaren..
    mgk salah satu faktor kekalahan dari salah satu cawako di Pbm kemaren (kykny calonny msk kriteria bolang)karena bnyk bolang2 yg lain yg memilih jd GOLPUT!!!ehm sangat disayangkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: