“demam” obama

135738p1Hari ini barack obama resmi jadi presiden USA. Obama unggul 388 electoral votes dibanding Mc Cain yang hanya mendapat 155. Tentu saja kemenangan ini sangat ditunggu2 tidak hanya oleh kalangan demokrat dan sebagian besar masyarakat amerika bahkan dunia.

Kemenangan obama ini juga sangat ditunggu oleh masyarakat indonesia dan tentu saja keluarga jauh obama yang ada di indonesia. Kakak angkat obama Nyonya Lia alias Mbak Non (51) mengaku senang, setelah mengetahui Barack Hussein Obama Jr memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat, Rabu (5/11) waktu Indonesia. “Saya senang sekali, girang luar biasa karena Barry yang teman bermain sekaligus adik saya terpilih jadi presiden Amerika Serikat,” ujar Lia dalam perbincangan per telepon dengan Persda Network, Rabu sore.

Lia menuturkan, dia berteman dengan Obama selama berada di Indonesia. Perkenalan Lia dengan Obama bermula dari Siti, pembantu rumah tanggal Lolo Soetoro-Stanley Ann Dunham, saat tinggal di Menteng Dalam, Jakarta Pusat tahun 1968-1971.

Siti sendiri, menurut cerita Lia, seorang ibu rumah tangga tanpa anak. Dia kenalan kakek Lia. Satu waktu, sang kakek membawa serta Lia dari rumah mereka di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat ke rumah keluarga Siti di Kampung Cipetey, Leuwiliang, Bogor. Lia masih anak-anak, ketika itu usianya sekitar 10 tahun, lebih tua empat tahun dibandingkan Obama, yang lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961.

Karena tidak punya keturunan, Siti meminta Lia kepada sang kakek, agar bersedia menemaninya. Dan Lia dengan senang hati mengiyakannya. “Saya agak bandel saat itu. Saat diminta Ibu Siti untuk menemaninya karena nggak punya anak, saya senang aja. Soalnya di kampung capek,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Lia diajak Siti ke Jakarta. Mereka menuju rumah pasangan suami istri, bapak Lolo dan Ibu Eny, demikian Lia memanggil pasangan Lolo Soetoro-Stanley Ann Dunham. Lolo Soetoro adalah laki-laki asal Jawa Timur yang meninggal meninggal 2 Maret 1993. Pasangan ini belum punya anak. Maya Soetoro, buah hati mereka, belum lahir. Ada pun Obama alias Barry masih tinggal bersama neneknya dari ibu, Madelyn Dunham, di Hawaii.

Beberapa lama tinggal bersama keluarga itu, Eny menjanjikan akan menjemput Obama untuk menemani Lia. “Ibu Eny bilang, saya jemput anakku ya, biar ada temanmu di rumah,” ujarnya menirukan ucapan Eny.

Selama empat tahun bersama Obama, menurut Lia, mereka hidup akur. Teman bermain, siang dan malam. “Kami berteman baik. Main sehari-hari, mandi barang, tidur jaga barang, keluar dan jalan pun selalu bersama, kata Lia.

Di rumah, Lolo dan Any memanggilnya Non, sapaan pendek dari Nona. “Karena Bapak dan Ibu selalu memang saya Non, Barry jadi memanggil saya Mbak Non. Dia yang memberi nama saya jadi Mbak Non,” kata Lia yang mengaku diangkat keluarga ini menjadi anak angkat.

Keluarga ini termasuk gemar berlibur ke tempat-tempat wisata. Seingat Lia, dia pernah dibawa melancong atau berwisata ke Puncak-Cianjur, pantai Ancol-Jakarta, pantai Pangandaran Ciamis, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali sampai tiga kali, hingga Tana Toraja-Sulawesi Selatan.

Hari pertama Obama sekolah di SD Katolik Fransiskus Asisi, Menteng, laki-laki yang kini menjadi kulit hitam pertama jadi presiden Amerika itu tidak mau masuk kelas. Dia selalu menyeret tangan Lia, sedangkan guru melarang masuk selain murid. “Barry tidak mau masuk kelas kalau saya tidak ikut masuk. Akhirnya dia nggak mau belajar. Besok-besoknya, Ibu Eny tidak membolehkan saya ikut mengantar Barry ke sekolah, karena takut dia nggak mau belajar.”

Obama kecil bertubuh bongsor dan tambun. Kendati selisih empat tahun lebih muda, badannya lebih tinggi dari Lia. dalam kenangan Lia, Obama orang baik dan murah hati. Dia selalu membagi makanan atau jajanan kepada kawan-kawannya. Meski baik, dia masih sering diejek teman-teman sekolah.

“Kami kan dulu punya mangga Indramayu di depan rumah yang berbuah lebat. Kalau saya dan Barry memanjat mangga, kawan-kawannya mengejek, eh di atas adat monyet hitam besar,” ujarnya. Ejekan semacam itu pula yang membuat Obama pindah dari SD Fansiskus Asisi ke SD Percobaan 04 Besuki, Menteng.

Perpisahan mereka terjadi tahun 1971. Saat itu, Barry diajak ibunya pulang ke Hawaii untuk menjenguk neneknya, Madelyn karena jatuh sakit. Saat pulang ke Hawaii, Obama menurut Lia tidak mau berangkat jika tanpa bersama Lia. “Saya pun ikut, dan sempat tiga bulan di Hawaii,” kenang Lia.

kalo nanti bolang jadi orang besar, mungkin orang – orang akan jadi gini juga ya..

~ oleh si bolang pada November 5, 2008.

4 Tanggapan to ““demam” obama”

  1. […] demam “obama” Hari ini barack obama resmi jadi presiden USA. Obama unggul 388 electoral dibanding Mc Cain yang hanya mendapat 155. Tentu saja kemenangan ini sangat ditunggu2 tidak hanya oleh kalangan demokrat dan sebagian besar masyarakat amerika bahkan dunia. Kemenangan obama ini juga sangat ditunggu oleh masyarakat indonesia dan tentu saja keluarga jauh obama yang ada di indonesia. Kakak angkat obama Nyonya Lia alias Mbak Non (51) mengaku senang, setelah mengetahui Barack Hussein Obama Jr memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat, Rabu (5/11) waktu Indonesia. “Saya senang sekali, girang luar biasa karena Barry yang teman bermain sekaligus adik saya terpilih jadi presiden Amerika Serikat,” ujar Lia dalam perbincangan per telepon dengan Persda Network, Rabu sore. Lia menuturkan, dia berteman dengan Obama selama berada di Indonesia. Perkenalan Lia dengan Obama bermula dari Siti, pembantu rumah tanggal Lolo Soetoro-Stanley Ann Dunham, saat tinggal di Menteng Dalam, Jakarta Pusat tahun 1968-1971. Siti sendiri, menurut cerita Lia, seorang ibu rumah tangga tanpa anak. Dia kenalan kakek Lia. Satu waktu, sang kakek membawa serta Lia dari rumah mereka di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat ke rumah keluarga Siti di Kampung Cipetey, Leuwiliang, Bogor. Lia masih anak-anak, ketika itu usianya sekitar 10 tahun, lebih tua empat tahun dibandingkan Obama, yang lahir di Honolulu, […] […]

  2. Koq orang ngeributin obama ya…
    banyak orang Indonesia yang banga banget dengan terpilihnya obama.
    Yang perlu dipertanyakan, Apakah Obama ingat dengan masa kecilnya di Indonesia???
    Dan apakah dia masih ingat dengan teman2, guru2, bahkan tetangga nya di Indonesia????

  3. semua senang obama menang, tapi apakah akan membantu kehidupan anda? ah tidak mungkin

  4. orang indonesia memang patut bangga dengan kemenangan obama…………..dan semoga pula obama gak lupa dengan masa keilnya di indonesia!!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: