“Musholla terluas” di bumi sriwijaya

Bumi sriwijaya mempunyai banyak bangunan yang menjadi kebanggaan bagi warga masyarakatnya. Salah satunya adalah Stadion Gelora Sriwijaya. Stadion Jakabaring ini adalah stadion terbesar dan termegah kedua di Indonesia setelah Sadion Bung Karno dan juga merupakan sebuah stadion multiguna yang terletak di Palembang, Indonesia. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik yang bertaraf internasional.Kebanyakan, stadion ini difungsikan untuk tempat penyelenggaraan pertandingan-pertandingan sepakbola. Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar ini dapat memuat hingga 36.000 – 40.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D) bertingkat mengelilingi lapangan. Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap yang ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa. Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini beralamat di Jalan Gubernur H. A. Bastari, Jakabaring, Palembang.

Lalu dimana letak “musholla terluas “itu??

Stadion yang mulai bangun pada tahun 2001 ini ditujukan untuk menyelenggarakan PON XVI ketika kota Palembang ditunjuk sebagai penyelenggara pada tahun 2004. Stadion ini diberi nama berdasarkan kemaharajaan maritim Sriwijaya yang berpusat di Palembang dan berhasil mempersatukan wilayah barat Nusantara pada abad 7 sampai dengan abad 12. Selain itu stadion ini juga merupakan markas dari klub sepak bola Indonesia, Sriwijaya FC. Stadion ini dipakai sebagai salah satu stadion yang menyelenggarakan pertandingan dalam Piala Asia 2007 sebagai pendamping Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari pertandingan ke-tiga dan juga perebutan tempat ke-tiga.

Stadion yang megah ini merupakan kebanggan masyarakat sumsel, setiap kali pertandingan kandang SFC tidak kurang dari 10.000 penonton memadati stadion ini. Namun dibalik semua kemegahan itu, stadion ini menceritakan banyak permasalahan. Mulai dari masalah parkir yang tak terurus dengan baik, tingkat keamanan dan kenyamanan juga kurang.

Kebanyakan pertandingan home SFC dilakukan pada jam 15:30 sehingga mendekati waktu shalat ashar. Namun pihak pengelola stadion seakan tidak peka dengan kebutuhan para penonton, mereka tidak menyediakan tempat yang representatif bagi para penonton untuk menunaikan shalat.

Stadion ini memiliki musholla terluas yaitu sepanjang tribun barat. Di tribun dengan harga tiket sebesar  Rp 40.000,- para penonton melaksanakan shalat di tempat seperti ini

sfc sfc2

Tentu saja penonton dapat merasakan musholla yang cukup “adem” dengan hembusan angin.

Para penonton tribun barat ini cukup beruntung jika dibandingkan dengan para penontn lain yang berada di tribun timur, utara dan selatan yang bahkan tidak memiliki tempat untuk sholat.

~ oleh si bolang pada November 24, 2008.

2 Tanggapan to ““Musholla terluas” di bumi sriwijaya”

  1. wah..wah..

    yang buat stadion ni, NONI kali ye…

  2. menyedihkan ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: