Sungai kelekar tercemar lagi

Aliran Sungai Kelekar di Kota Prabumulih Sabtu (22/11) tercemar minyak mentah. Luberan minyak diduga berasal dari tanki Unit Pusat Penampung Produksi (UP3) milik Pertamina EP Region Sumatera di Jalan Sudirman, Kelurahan Prabumulih, Prabumulih. Sampai Minggu (23/11), sebagian luberan minyak mentah masih mencemari aliran air sungai.
Informasi yang dihimpun Sripo, Minggu (23/11) melubernya minyak mentah berwarna hitam pekat, diperkirakan terjadi sejak Sabtu (22/11) dini hari, sekitar pukul 02.00. Warga yang biasa memanfaatkan air Sungai Kelekar untuk mandi mendapati kondisi air berminyak pada pagi harinya.
“Saya jadi mengurungkan niat untuk mandi. Padahal setiap pagi saya mandi di sini,” ujar Erwan, warga Kelurahan Sukaraja.
Dia dan keluarganya belum berani mandi menggunakan air sungai, walaupun pihak Pertamina menyatakan luberan minyak sudah ditanggulangi. Minyak terlihat mulai mengalir dari saluran air yang terdapat di belakang UP3 PT Pertamina EPRS.
Dari saluran air sepanjang lebih kurang 500 Meter ini minyak mentah berwarna hitam pekat tampak mengalir dan memenuhi saluran air yang merupakan anak Sungai Kelekar tersebut. Pemantauan Sripo di perbatasan aliran anak sungai dengan Sungai Kelekar diberi alat pembatas terbuat dari karet dan diberi pelampung agar minyak mentah yang tumpah tidak banyak mengalir ke sungai.
Ketua Forum Peduli Lingkungan dan Pembangunan (FPLP) Prabumulih, Oktorano meminta agar PT Pertamina sesegera mungkin melakukan penanggulangan kejadian ini. Sesuai dengan UU nomor 23/1997, bila terjadi pencemaran karena unsur kelalaian didenda Rp 300 juta.
Sedangkan bila akibat kesengajaan dapat dikenakan denda sebesar Rp 400 juta. Staf Humas PT Pertamina EPRS Field Prabumulih, Nursiela mengatakan, saat ini pihaknya sudah menanggulangi kebocoran pipa ukuran 8 Inchi tersebut dengan melakukan klem atau penutupan tempat yang bocor.
Mengenai masih adanya minyak mentah yang mengalir ke Sungai Kelekar, bukan karena kembali terjadinya kebocoran pipa melainkan sisa minyak akibat kebocoran pipa sebelumnya. “Yang mengalir ini tinggal sisanya saja,” katanya.
Pihaknya terus melakukan langkah penanggulangan dengan memasang alat pembatas (oil boom) berupa karet diberi pelampung agar sisa minyak mentah dari pipa yang bocor tidak terlalu banyak mengalir ke Sungai Kelekar. Sriwijaya Post – 24/11/2008

Terlepas dari pencemaran ini sungai kelekar memang tampak kurang terawat. Sungai ini penuh dengan sampah dan beraroma kurang sedap.

~ oleh si bolang pada November 25, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: