Nanas prabumulih nasibmu kini

nanasNanas (Ananas comosus (L.) Merr berasal dari Brasil. Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 m dpl. Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun.

Buah nanas selama ini diklaim oleh masyarakat prabumulih sebagai ikon kotanya. Sampai – sampai buah nanas dijadikan lambang kota ini.

Nanas Prabumulih :

Di tahun 1970an memang Prabumulih merupakan produsen nanas terbesar, dan memasok sebagian besar buah nanas di pulau jawa. Banyak petani yang membuka kebun nanas dan jasa pengiriman buah nanas ke pulau jawa begitu menjamur. Bahkan banyak penduduk prabumulih yang bergantung pada buah ini.

Dalam perkembangan selanjutnya di tahun 1980an pemerintah memperkenalkan budidaya karet, sehingga buah nanas hanya dijadikan tanaman sela di saat tanaman karet berumur 0 – 2 tahun. Dengan pola tanaman sela, tanaman nanas hanya dapat di panen dua atau tiga kali, hal ini dikarenakan saat tanaman karet sudah berumur tiga tahun, tanaman nanas sudah tidak produktif lagi. Disamping itu telah banyak di buka perkebunan nanas di pulau jawa, sehingga permintaan nanas prabumulih semakin rendah.

kebun-nanasDalam perkembangan dewasa ini tanaman nanas masih tetap menjadi tanaman pendukung atau tanaman sela, dan bahkan terkadang petani karet enggan menanam tanaman nanas karena hasilnya yang sedikit dan kurang bernilai ekonomis.Menurut catatan BPTP sumsel luas lahan perkebunan nanas prabumulih saat ini tinggal seluas 315 Ha.

Disamping produksi yang kurang, dari segi pengolahan buah nanas juga kurang. Saat ini sangat jarang dijual selai nanas yang merupakan produk olahan dari nanas prabumulih itu sendiri.Sementara itu pemerintah kota prabumulih sendiri terkesan tidak begitu peduli dengan aset lambang kotanya ini.

Buah nanas bukan hanya milik Prabumulih
Diberbagai daerah di nusantara nanas mempunyai kekhasan tersendiri dan sebagian merupakan produk andalan daerah tersebut. Berbagai nama lokal buah nanas antara lain : Sumatera: ekahauku (Enggano), anes (Aceh), nas (Gayo), henas, kenas, honas, hanas (Batak), gona (Nias), asit, nasit (Mentawai), enas, kanas, nanas (Melayu), aneh, naneh (Minangkabau), kanas, kanyas, nas, nyanyas (Lampung). Jawa: danas, ganas (Sunda), nanas (Jawa); lanas, nanas (Madura): Kalimantan: kanas, samblaka, malaka, uro usan, kayu usan, kayu ujan, belasan. Nusa Tenggara: manas (Bali), nanas (Sasak), aruma, fanda, pandal (Bima), panda (Sumba), nana (Sawu), peda, anana, pedang (Flores), parangena, nanasi (Taluud).Sulawesi: tuis mangandow, na’asi, nanasi, tuis, tuis ne walanda, busa, pinang (Ut.Alf.), nanati (Gorontalo), lalato (Buol), nanasi (Toraja), pandang (Makasar, Bugis), edan, ekam, hedan (Timor). esne (Kisar), ngewu (Tanimbar). Maluku: ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Seram Timur), bangkalo, kampora, kanasoi (Seram Barat), anasu, banggala, bangkala, kai nasu, kambala, kampala (Seram selatan), arnasinu, kanasi, kurnasin, mangala, nanasi (Amb.Alf.), nanasu, anasul (Ulias). Irian Jaya: Manilmap, miniap. NAMA ASING: Pineapple (I), ananas (I;B;P;J), Pinya (Tag.). NAMA SIMPLISIA: Ananas Fructus (buah nanas).

Sementara itu menurut catatan wikipedia Indonesia menyatakan bahwa provinsi Lampung tercatat sebagai produsen buah nanas terbesar di Indonesia. Lalu bagaimana dengan Prabumulih.??

Artikel terkait baca di Prabumulih Inside

~ oleh si bolang pada Desember 25, 2008.

2 Tanggapan to “Nanas prabumulih nasibmu kini”

  1. sadness…

  2. Saya tinggal si kab. Ogan Ilir, yang ingin saya tanyakan apakah Ogan Ilir bukan termasuk daerah penghasil Nanas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: